Marturia Opini
Home / Opini / Ketidakadilan yang Terasa Sah

Ketidakadilan yang Terasa Sah

Narasi Habakuk mengingatkan dan menghimbau para penatalayan pelayan sinodal, agar adil dalam menata pelayanan secara global baik Internal maupun External ….

Surabaya, gpibwatch.id – Narasi dalam kitab Habakuk 1:2–4 merupakan jeritan nabi Habakuk kepada Tuhan. Dia menjerit “penindasan”, tapi Tuhan membiarkan. Tuhan seolah tuli, tidak (mau) mendengar jeritan Habakuk. Tuhan seolah membiarkan ketidakadilan dialami oleh Israel. Malah pada ayat yang lain Tuhan malah menjawab bahwa orang Kasdim sengaja dibiarkan Tuhan untuk menghukum Israel, toh nantinya juga Tuhan sendiri akan menghukum orang-orang Kasdim.

Dengan begitu, Habakuk melihat Tuhan itu plin-plan, tega dengan sengaja membiarkan penindasan terjadi pada Israel. Di mana keadilan Tuhan yang selama ini dilihat dan dirasakan Habakuk dan Israel. Sekarang Tuhan tidak lagi bisa dipercaya, demikian barangkali pikiran Habakuk dan Israel.

Perasaan yang dirasakan oleh Habakuk barangkali juga dirasakan oleh kita. Ketika tidak ada kejahatan yang kita lakukan justru malapetaka menimpa kita. Ketika kita jujur justru malah kemalangan menimpa kita. Kita lalu membandingkan dengan orang lain yang di mata kita malah jahat, korup, dan suka menghancurkan orang lain, justru hidup mereka mewah, berkelebihan, dan malah disanjung dan dipuji orang. Ini tidak adil! Demikian barangkali yang ada di dalam pikiran kita.

Dan tak dapat disangkal dalam kehidupan modern terjadi seperti ini, banyak yang tak melakukan tapi mendapat getahnya, banyak yang hanya kebijakan yang salah interpretasi harus menanggung derita ini.

Menutup Buku Lama, Membuka Lembaran Baru dalam Terang Kasih

Konsep korupsi paling nyata dalam keseharian, di mana mereka menikmati dengan hati yang penuh sukacita, penuh euforia, penuh kenyamanan dan kenikmatan yang terkadang membuat lupa diri, kepura-puraan amnesia retrograde, seakan-akan tak ada yang salah, seakan-akan bersih, dengan pengakuan tanpa rasa malu. Adilkah ini??

Dan ketika semua ini terjadi kita hanya bisa berharap keadilan datang dan Tuhan tidak pernah diam. Dia punya cara tersendiri untuk menciptakan segala sesuatu di luar dari kemampuan dan nalar kita. Tuhan penuh misteri, kita tidak dapat menyelami apa maksud Tuhan, dan biarlah Dia berkarya sesuai kehendak-Nya dan kita dituntut hanya mengikuti perintah-Nya seperti narasi Habakuk.

Namun juga harus diingat narasi Habakuk mengingatkan dan menghimbau para penatalayan pelayan sinodal, agar adil dalam menata pelayanan secara global baik dalam perekrutan pegawai dalam lingkup sinodal maupun dalam penatalayanan lingkup eksternal tentang permutasian para pendeta yang dilihat dan dinilai berdasarkan rekam jejak, track record  pelayanan yang  ilahi serta tetap menjaga kewibawaan rasuli. DR/JP

Related Posts

Berita Populer

01

Pdt. Nitis Harsono: “Tenang, Iblis Bermain Senang”

02

Tuli Mendadak, Tradisi Sejak Dini di Jabatan Fungsionaris

03

Ketok Magic Pendeta, Menggunakan Ayat Kolusi dan Ayat Nepotisme

04

Polling Aspirasi, Membentuk Demokratisasi di GPIB

05

Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat

Ragam Berita





Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat