Opini
Home / Opini / SUARA PROFETIS: KEBENARAN YANG TAK BISA DITUTUPI

SUARA PROFETIS: KEBENARAN YANG TAK BISA DITUTUPI

Di mana dusta dirayakan, di sanalah keadilan tumbang dan integritas mati perlahan….

Jakarta, gpibwatch.id – Kebenaran tidak pernah bisa dikubur. Setiap kebohongan, sekecil apa pun, adalah bara yang suatu hari akan membakar tangan yang menyalakannya. Tidak ada dusta yang aman. Tidak ada kepalsuan yang sanggup bertahan di hadapan terang. Sebab kebenaran selalu menuntut haknya untuk muncul.

Manusia selalu berdiri di dua persimpangan: berkata jujur atau menutupi fakta. Jalan mudah selalu menggoda, tetapi jalan mudah adalah perangkap. Kebohongan kecil yang dibiarkan hidup akan bertumbuh menjadi ular besar yang membelit hidup kita dan menghancurkan integritas kita.

Dan bila kita melakukan kesalahan, jangan menutupinya dengan dusta. Sebab dusta bukan obat, melainkan luka kedua yang lebih dalam. Akuilah kesalahanmu. Terimalah konsekuensinya. Sebab semakin engkau berdusta, semakin engkau memperberat hukuman yang semula ringan menjadi beban yang menghancurkan.

Namun inilah tragedi zaman kita: manusia ingin segalanya instan. Tidak sabar dalam proses, tidak mau berjalan panjang. Demi kenikmatan sesaat, jalan pintas dipilih, prosedur disimpangkan, kebenaran diperdagangkan, dan dusta menjadi alat untuk meraih apa yang seharusnya tidak menjadi miliknya. Inilah jalan kehancuran.

PST Jakarta, Peserta via Zoom Keluhkan Sulitnya Akses Masuk

Pada akhirnya, kita sendiri yang menentukan: apakah kebiasaan berbohong itu akan terus dilestarikan, atau kita memilih bertobat dan kembali ke jalan yang benar.

Sebab ketahuilah: kebohongan yang dipelihara dari hari ke hari akan melahirkan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Dusta adalah akar dari semua penyimpangan. Dan di mana dusta dirayakan, di sanalah keadilan tumbang dan integritas mati perlahan.

Kembali kepada kita, para pelaku kehidupan. Mau memilih budaya bohong? Atau memilih pertobatan? Sebab masa depan moral kita ditentukan oleh keputusan yang kita buat hari ini. ewako-mappakoe@gpibwatch.id / JP

Related Posts

Berita Populer

01

Pdt. Nitis Harsono: “Tenang, Iblis Bermain Senang”

02

Tuli Mendadak, Tradisi Sejak Dini di Jabatan Fungsionaris

03

Ketok Magic Pendeta, Menggunakan Ayat Kolusi dan Ayat Nepotisme

04

Polling Aspirasi, Membentuk Demokratisasi di GPIB

05

Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat

Ragam Berita





Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat