Opini
Home / Opini / BUNDA TERESA DAN PANGGILAN UNTUK SETIA

BUNDA TERESA DAN PANGGILAN UNTUK SETIA

Pelayanan bukan ajang pembuktian, melainkan wujud ketaatan dan kasih yang murni. Layanilah dengan komitmen dan tanggung jawab, semampunya, bukan semaunya. Sebab panggilan kita bukan untuk berhasil, melainkan untuk setia…

Jakarta, gpibwatch.id  — Alkisah, pada suatu sore, seseorang bertanya kepada Bunda Teresa: Bunda telah melayani kaum miskin di Kalkuta, India. Tetapi tahukah Bunda, masih begitu banyak orang miskin yang terabaikan? Apakah Bunda tidak merasa gagal?  Bunda Teresa menjawab dengan lembut: “Anakku, aku tidak dipanggil untuk berhasil, tetapi aku dipanggil untuk setia.”

Refleksi ini amat berharga bagi kita semua, terutama bagi para pelayan Tuhan yang baru saja terpilih dalam suksesi rohani Majelis Sinode GPIB XXII (2025-2030). Kita tidak dipanggil untuk mengejar keberhasilan menurut ukuran manusia, melainkan untuk setia dalam panggilan pelayanan.

Sebab bila ukuran pelayanan adalah keberhasilan, kita mudah tergoda oleh kesombongan, bahkan bisa jatuh pada pemberhalaan atas kesuksesan diri. Namun bila ukuran pelayanan adalah kesetiaan, setiap langkah kita — entah tampak kecil atau besar — akan menjadi persembahan yang harum di hadapan Tuhan.

Kepada saudara— saudari yang kini mengemban amanat di Majelis Sinode GPIB XXII, ingatlah: Pelayanan bukan ajang pembuktian, melainkan wujud ketaatan dan kasih yang murni. Layanilah dengan komitmen dan tanggung jawab, semampunya, bukan semaunya.

Mungkin nanti ada masa ketika hasil pelayanan tidak langsung tampak, atau bahkan terasa diabaikan. Namun jangan goyah. Tetaplah setia. Sebab panggilan kita bukan untuk berhasil,melainkan untuk setia. Adapun hasilnya — serahkan kepada Tuhan.

Menutup Buku Lama, Membuka Lembaran Baru dalam Terang Kasih

Dan sore ini… aku tetap setia menikmati kopi pahit yang sedari dulu menemaniku berinspirasi. Bukan semaunya aku ingin mengganti kopi dengan yang lain, sebab di setiap tegukan pahitnya,aku belajar arti kesetiaan yang sejati.

Disadur dan disesuaikan dari pesan rohani yang beredar di media sosial, dengan penambahan refleksi pasca suksesi rohani Majelis Sinode GPIB XXII(2025-2030). Foto Ilustrasi Bunda Teresa untuk tujuan refleksi rohani. ewako-mappakoe@gpibwatch.id / JP

Related Posts

Berita Populer

01

Pdt. Nitis Harsono: “Tenang, Iblis Bermain Senang”

02

Tuli Mendadak, Tradisi Sejak Dini di Jabatan Fungsionaris

03

Ketok Magic Pendeta, Menggunakan Ayat Kolusi dan Ayat Nepotisme

04

Polling Aspirasi, Membentuk Demokratisasi di GPIB

05

Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat

Ragam Berita





Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat