Socrates:“Jika tidak benar, tidak baik, dan tidak berguna — diamlah. Dunia sudah cukup ramai tanpa tambahan bising dari lidah-lidah yang tak disaring.”
Jakarta, gpibwatch.id — Pasca pemilihan Majelis Sinode XXII, udara masih hangat — bukan karena Roh Kudus turun, tapi karena gosip yang terus memuncak.
Bisik-bisik bertebaran lebih cepat daripada berita resmi. Setiap sudut punya “narasumber”, setiap grup punya “analis”. Semua merasa tahu, padahal kebanyakan hanya dengar-dengar dari yang katanya tahu.
Seorang kenalan lalu mendekat dan berkata: “Tahukah Anda apa yang saya dengar tentang sang pemenang baru?” Socrates — seandainya masih hidup — mungkin akan tersenyum tipis dan menjawab: “Tunggu sebentar. Sebelum Anda membuang kata-kata itu, mari kita uji dulu dengan Triple Filter Test.”
Filter 1 — KEBENARAN “Apakah Anda yakin apa yang akan Anda katakan itu benar?”“Tidak, saya hanya dengar-dengar saja.” “Bagus. Gosip tanpa bukti, menu favorit pasca pemilihan.”
Filter 2 — KEBAIKAN “Apakah yang akan Anda katakan itu sesuatu yang baik tentang orang itu?”“Tidak, malah sebaliknya.” “Hebat. Jadi Anda ingin menebar keburukan yang bahkan tidak jelas kebenarannya. Kita sudah di jalur yang tepat untuk kekacauan.”
Filter 3 — KEGUNAAN “Apakah kata-kata Anda ini berguna bagi saya atau masyarakat?”“Tidak sama sekali.” “Sempurna! Jadi Anda ingin menyebarkan sesuatu yang salah, buruk, dan tak berguna. Silakan simpan saja untuk diri Anda sendiri.”
Socrates menutup percakapan itu dengan kalimat dingin: “Jika tidak benar, tidak baik, dan tidak berguna — diamlah. Dunia sudah cukup ramai tanpa tambahan bising dari lidah-lidah yang tak disaring.”
Pasca pemilihan Majelis Sinode XXII, nasihat ini terasa makin relevan: kadang yang perlu kita doakan bukan hanya para pemimpin terpilih, tapi juga para penggosip yang merasa dipanggil jadi juru bicara sorga.Dan akhirnya, kopi integritas bisa kunikmati bersama — dalam transformasi dan kesepahaman, kebersamaan yang sejati. Tulisan ini terinspirasi dari pesan berantai di WhatsApp, diadaptasi untuk refleksi pasca Pemilihan Majelis Sinode XXII. ewako-mappakoe@gpibwatch.id / JP

