Opini
Home / Opini / Adakah Nuansa Politik, Adakah Politik Praktis, Adakah Politik Transaksional?

Adakah Nuansa Politik, Adakah Politik Praktis, Adakah Politik Transaksional?

Jangan pura-pura terkejut. Bahkan kursi pelayanan bisa lebih panas dari kursi parlemen — karena yang diperebutkan bukan hanya jabatan, tapi juga pengaruh, fasilitas, dan gengsi rohani. Mereka yang hampir lengser pun belum rela diam…

Makassar, gpibwatch.id – Pertanyaan itu mungkin terdengar klise di setiap Persidangan Sinode Lima Tahunan. Tapi mari jujur: siapa yang bisa berkata dengan tegas, “tidak ada politik di dalamnya” — kecuali mereka yang sedang bermain politik itu sendiri?

Dari jemaat sampai sinodal, setiap pemilihan selalu ada aroma politiknya. Kadang wangi strategi, kadang bau gosip, kadang harum janji manis yang menguap setelah pengesahan. Semua tergantung cara kita menafsirkan “pelayanan”.

Politik praktis di ruang pelayanan? Jangan pura-pura terkejut. Bahkan kursi pelayanan bisa lebih panas dari kursi parlemen — karena yang diperebutkan bukan hanya jabatan, tapi juga pengaruh, fasilitas, dan gengsi rohani.

Dan ketika pemilihan Majelis Sinode Gereja pada PSR–XXII tinggal sehari lagi, semua tampak sibuk. Ada yang mendekati lewat kopi pagi, ada yang lewat doa bersama (dengan agenda terselubung), ada pula yang mengaku “tidak ingin apa-apa” tapi sibuk menanam simpati.

Antara Politik dan Missio Dei

Mereka yang hampir lengser pun belum rela diam. Dengan pengikut yang masih setia, mereka berbisik: “Ingat ya, pilih si Anu, bukan si Itu.” Dan seolah-olah surga ikut mencatat hasil lobi di balik ruang sidang.

Namun pada akhirnya, para utusanlah yang diuji — bukan oleh tata tertib, tapi oleh nurani. Apakah mereka memilih karena tekanan, balas jasa, atau karena keyakinan bahwa yang dipilih benar-benar membawa wibawa rasuli, bukan ambisi pribadi?

Kopi Politik tidak bertahan lama — ia akan terkikis oleh krisis kepercayaan. Namun Kopi Integritas akan tetap harum sampai purna tugas. Makassar Pung Carita—JP

Related Posts

Berita Populer

01

Pdt. Nitis Harsono: “Tenang, Iblis Bermain Senang”

02

Tuli Mendadak, Tradisi Sejak Dini di Jabatan Fungsionaris

03

Ketok Magic Pendeta, Menggunakan Ayat Kolusi dan Ayat Nepotisme

04

Polling Aspirasi, Membentuk Demokratisasi di GPIB

05

Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat

Ragam Berita





Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat