Opini
Home / Opini / Gereja Bukan Pabrik Kopi Instan

Gereja Bukan Pabrik Kopi Instan

Gereja tidak butuh pemimpin yang wangi sesaat, tapi pemimpin yang kuat dalam tekanan, yang sudah pernah dipanggang dalam kesetiaan dan penderitaan….

Jakarta, gpibwatch.id – Gereja bukan pabrik kopi instan. Pelayanan bukan produk cepat saji yang bisa diseduh hanya dengan air panas dan ambisi pribadi.

Untuk menghasilkan secangkir kopi yang harum, dibutuhkan waktu, panas, dan proses panjang. Biji kopi harus dijemur, disangrai, dan disimpan bertahun-tahun, baru kemudian layak disebut berkualitas.

Sayangnya, di zaman ini, banyak pelayan Tuhan ingin menjadi harum seketika. Belum terbakar api pelayanan, sudah ingin disajikan di atas meja kehormatan. Belum matang, tapi sudah menuntut diseduh dan dipuji.

Kita lupa bahwa Gereja bukan industri aroma, tapi ladang pembentukan karakter. Gereja tidak butuh pemimpin yang wangi sesaat, tapi pemimpin yang kuat dalam tekanan, yang sudah pernah dipanggang dalam kesetiaan dan penderitaan.

Antara Politik dan Missio Dei

Tuhan tidak mencetak pemimpin di mesin cepat saji. Ia membentuk mereka dalam waktu panjang, seperti Ia membentuk Daud di padang rumput sebelum tahta Yerusalem terbuka baginya.

Maka jika engkau hari ini belum terlihat, jangan marah pada proses. Mungkin Tuhan sedang menyembunyikanmu, agar nanti ketika engkau muncul, aromamu tidak semu, tapi sejati.

Karena Gereja tidak sedang memproduksi sachet rohani, melainkan sedang membentuk manusia utuh. Yang tidak hanya harum di depan kamera, tapi hangat di hadapan Tuhan. ewako-mappakoe@gpibwatch.id /JP

Related Posts

Berita Populer

01

Pdt. Nitis Harsono: “Tenang, Iblis Bermain Senang”

02

Tuli Mendadak, Tradisi Sejak Dini di Jabatan Fungsionaris

03

Ketok Magic Pendeta, Menggunakan Ayat Kolusi dan Ayat Nepotisme

04

Polling Aspirasi, Membentuk Demokratisasi di GPIB

05

Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat

Ragam Berita





Sang Raja, Sang Ratu di Jemaat