Dalam suksesi majelis sinode, para kontestan bisa saja sangat cerdas, pintar, populer dan penuh semangat, namun tanpa hati yang tulus semua bisa berubah menjadi manipulasi dan ambisi…
Jakarta, gpibwatch.id – Integritas dalam konteks pemilihan majelis sinode merupakan hal yang utama dan pertama dan ini sangat urgent dan significant untuk memilih pemimpin lima tahun kedepan yang dapat dipercaya dan dihargai.
Integritas merupakan proses keselarasan antara apa yang kita pikirkan, katakan dan lakukan atau kerjakan, tanpa integritas dalam memimpin lembaga yang besar akan banyak penyelewengan yang terjadi, dapat dalam bentuk korupsi waktu , serta pemakaian anggaran yang tidak benar, tidak sesuai dengan program kerja yang ada.
Menurut Warren Buffett salah seorang filantropis, beliau mempunyai pemikiran yang tajam soal integritas, kejujuran dan etika dalam kepemimipinan dan Ia percaya keberhasilan jangka panjang hanya bisa bertahan jika didasari integritas.
Integritas lebih penting dari kepintaran dan semangat / energi dan jika seorang tidak punya integritas, maka kepintaran dan energinya akan menghancurkan.Dalam suksesi majelis sinode, para kontestan bisa saja sangat cerdas, pintar, populer dan penuh semangat untuk menggapai apa yang ia inginkan, namun tanpa hati yang tulus dan kejujuran untuk melayani semua bisa berubah menjadi manipulasi, ambisi dan kepentingan.
Begitupun para calon majelis sinode yang kaya dalam materi, tanpa integritas sangat berbahaya, mereka bisa menggunakan kekayaannya untuk membeli posisi, tapi tak bisa membeli kepercayaan dan bisa menguasai kursi tapi tak bisa menguasai hati dari pada utusan jemaat.
Psikiater modern memandang integritas dari berbagai sudut yang pertama tentang keutuhan identitas diri, yang kedua tentang kesehatan mental dan moral, yang ketiga tentang konsistensi perilaku dan terakhir tentang autentisitas, dan Integritas sebagai tanda jiwa yang sehat, pikiran, hati dan perbuatan selaras.
Adakah integritas dalam pemilihan majelis sinode!! merupakan pertanyaan yang sangat tajam, dimana sebagian orang terkadang melalaikan dan mengabaikan untuk memikirkan persyaratan ini.
Integritas itu bisa terwujud, jika memandang tugas panggilan pelayanan dengan setia dengan hati yang tulus dan integritas bisa hilang atau dikesampingkan bila pemilihan berubah wujud menjadi politik praktis dan lebih dominan mencari kursi.
Dan lembaga keagamaan, lembaga pelayanan harus tetap menjungjung tinggi integritas dan gereja yang mengabaikan integritas dalam memilih top eleven fungsionaris majelis sinode, gereja tersebut akan sakit secara rohani dan sosial sebab membiarkan topeng menguasai pelayanan. ewako-mappakoe@gpibwatch.id /JP

