Secara teologis, Kursi Panas seharusnya menjadi Kursi Roh Kudus, tapi dalam realitas sosiologis kursi panas sering jadi Simbol Prestise, panas saat diduduki, bahkan panas setelah ditinggalkan….
Jakarta, gpibwatch.id – Kursi Panas, Kursi yang lagi diperebutkan oleh orang – orang yang punya motivas tinggi akan jabatan dan kedudukan, kursi nikmat, kursi nyaman yang bisa mendatangkan kesejahteraan bagi mereka yang dapat mengelolanya dengan baik.
Kursi panas ini sangat heboh kalau diperhadapkan di dunia sekuler, kursi yang menimbulkan persaingan, pertentangan, saling sikut, saling nikung, saling menjelekkan, saling merumorkan, bahkan bisa menimbulkan perseteruan tanpa batas karena kepentingan dan manipulative.
Kursi Panas merupakan kursi jabatan yang penuh intrik dan gesekan, ditempati oleh orang yang punya ambisi, gengsi, dan strategi politik rohani, dan mempunyai sikap meladeni, bukan melayani.
Kursi panas adalah simbol tanggung jawab yang berat, penuh sorotan, dan rawan godaan dan yang membuatnya panas bukan kayunya, tapi gosip dan ekspektasi yang menumpuk di atasnya.
Dalam konteks suksesi majelis sinode, kursi panas – kursi sinode adalah kursi strategis, yang mengatur arah kebijakan gereja, mengelola konflik internal, serta menjadi wajah gereja di masyarakat dan siapa pun yang duduk di sana otomatis mendapat sorotan di setiap keputusannya dari jemaat, pendeta, bahkan publik.
Secara teologis, kursi panas seharusnya menjadi kursi pelayanan, kursi Roh Kudus, kursi kebersamaan sinodal, kursi dengan jabatan terhormat, tapi dalam realitas sosiologis kursi panas sering jadi simbol prestise, sehingga panasnya semakin terasa, panas saat diperebutkan, panas saat diduduki, bahkan panas setelah ditinggalkan.
Namun dalam fenomena Jemaat, kursi panas biasanya dijadikan panggung hiburan, utamanya dalam menilai, mengkritik, menyindir kebijakan yang diambil dan tak ketinggalan turut memberikan masukan agar kursi panas tetap erection.
Dan siapapun yang terpilih di pesta suksesi majelis sinode di persidangan sinode raya harus siap menghadapi sorotan ekstra, baik yang mendukung maupun yang mencibir. ewako-mappakoe@gpibwatch.id. (JP)
