KOTA COMAL adalah sebuah kota kecil, dahulu merupakan kota Kawedanan, yang termasuk kedalam wilayah Kabupaten Pemalang, terletak di sebelah timur kota kabupaten Tegal. Kota kabupaten Tegal ini dahulunya, termasuk wilayah ex Karesidenan Pekalongan, yang berjarak 47 km di sebelah timur Kota Tegal.
Kota Comal digolongkan sebagai tanah tandus untuk benih injil. Pada tahun 1965 – 1967, GPIB Jemaat “Ayalon ” Tegal, mencoba mengadakan sektor misioner, persekutuan, pelayanan dan kesaksian.
Proyek pekabaran injil ini, sering dilaksanakan ditempat bapak Suwito di rumah dinas sosial Samektokarti oleh Pdt. M. Fanggi Dae. Pendeta M. Fanggi Dae, dalam menjalani pelayanan dan persekutuan, sering didampingi Bapak J. A.Arifin, pribadi yang akhirnya membelikan sebidang tanah seluas ± 380 ㎡, yang sekarang menjadi GPIB Jemaat “Ayalon” Tegal Bajem “Bethlehem” Comal.
Pembangunan gedung gereja pertama, dengan ukuran 5 x 10 m pada tahun 1975. Selama proses pembangunan gedung gereja, Kebaktian Minggu dilaksanakan dari rumah ke rumah, yang dilayani oleh Bapak Yusak, seorang penginjil dari GKJ Pemalang sebagai ganti dari Pdt. M. Fanggi Dae.
Nama “Betlehem” Comal, merupakan pemberian dari Bapak Pendeta Lumban Tobing, mantan Ketua Majelis GPIB Jemat “Ayalon”Tegal. Beliau bersama Pendeta H.J. Rumemper, sangat memperhatikan perkembangan jemaat Comal untuk masa depan. Perkembangan jemaat hingga sekarang ini telah memiliki 44 KK, dengan kurang lebih 125 jiwa yang mencakup ke-6 Pelkat dengan di dominasi oleh PKLU yang berprofesi sebagai pensiunan guru, yang tersebar hingga memasuki wilayah Pekalongan hingga Batang.
Persekutuan di Bajem “BETHLEHEM” Comal telah dilayani oleh kurang lebih 10 Pendeta GPIB Mulai dari :
1. Pdt HADI SUTRISNO (Alm)
2. Pdt. Em. LUCKY ROBERT GOSAL, S.Si
3. Pdt BENYAMIN MATIUS (Alm)
4. Pdt. HERLINA MARTHA NANDER-LALA’AR, S.Ag
5. Pdt ANNA ALLETA TEHUPEIORY, S.Th
6. Pdt. Em. YANI SRI SAYEKTI, M.Si
7. Pdt. RINDU YEMIMA TAKAPENTE, S.Si-Teol
8. Pdt. AGUSTINA MERLIN SALY SOPLATU, S.Th
9. Pdt. RUTH ESTRELITA RONAULI TAMPUBOLON, S.Si-Teol
10. Pdt EVI JULIANTI RUMAGIT-ZEBUA, S.Si-Teol
Yang membanggakan adalah walau masih berbentuk BAJEM, jemaat ini pernah melepaskan masa tugas aktif kependetaan ( Emiritas ) atas nama Ibu. Pdt. Yani Sri Sayekti, M.Si yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Majelis Sinode GPIB Pdt. Paulus Kariso Rumambi, M.Th di Comal Pemalang.
Rencana Pelembagaan sebagai Jemaat Mandiri telah dipersiapkan jauh hari hampir selama kurang lebih 29 tahun lamanya (sejak tahun 1996) dan telah melalui pasang surut dalam persiapannya.
Dengan mengingat kedudukan GPIB di Comal sangat penting dan vital guna menjaga spiritual jemaat dalam mempertahankan kepercayaannya dan kontribusinya bagi masyarakat sekitar dengan penyediaan air bersih bagi warga jemaat yang terdapat pada 2 titik, 1 titik di Gereja dan 1 titik di Rumah Warga Jemaat serta peran aktifnya dalam menjaga kesatuan Gereja di Pemalang dengan mengikuti berbagai kegiatan yang diadakan oleh gereja-gereja dan asosiasi pendeta.
Berdasarkan hasil pembinaan tentang Pedoman dan Strategi Pemandirian Pos Pelkes dan Bajem yang disampaikan oleh PHMJ induk GPIB “Ayalon” Tegal dan Tujuan Pelembagaan.
Memastikan adanya struktur gerejawi yang resmi dan sistematis di suatu wilayah. Memberikan landasan yang kuat bagi pelayanan dan persekutuan umat dalam lingkup gereja. Memperluas dan memperkuat kehadiran GPIB di tengah masyarakat.

