Ketika kekurangan tak menghalangi berkat Tuhan, dan tidak ada gereja yang akan bangkrut…
Jakarta, gpibwatch.id — Terlepas dari kedefisitan anggaran, ada rasa bangga yang tersirat dan terpatri dalam hati, yang sulit diungkapkan dengan kata-kata, terhadap Majelis Sinode GPIB XXII. Meski dalam kondisi kekurangan anggaran, mereka masih mampu memberikan bantuan dana kepada jemaat yang membutuhkan, khususnya GPIB Jemaat “Pondok Ungu” Bekasi.
Dalam laporan keuangan Panitia Balik Nama dan Sarana Prasarana Gedung Gereja GPIB Jemaat “Pondok Ungu” Bekasi, tertanggal 12 Maret 2026, tercatat adanya Bantuan Dana dari Majelis Sinode GPIB XXII senilai 10 juta rupiah—suatu angka yang sungguh luar biasa.
Kenangan itu masih terngiang-ngiang, ketika Ketua IV MS GPIB XXII, Penatua Wicklief Ferdy Luwy Leunufna, S,Hut. menyatakan bahwa Majelis Sinode sedang defisit anggaran. Pernyataan itu disampaikan saat pengenalan Anggota Unit Misioner GPIB 2025–2030 di GPIB Jemaat “Effatha” Jakarta Selatan, 25 Januari 2026.
Namun di balik segala keterbatasan, tangan Tuhan bekerja. Dia mampu membalikkan keraguan yang selama ini ada. Jika kita percaya dan memiliki kemauan, kita pasti bisa melakukannya. Yang penting, ada niat dan keinginan; maka jalan akan terbuka.
Alkitab yang kita imani pun mengajarkan hal serupa. Jemaat di Makedonia, meski dalam keterbatasan dan kemiskinan, mampu memberikan kepada jemaat lain yang membutuhkan. Mereka yakin dan percaya, tangan Tuhan yang akan mencukupi segala kekurangan mereka.
Mari terus berbagi, jangan takut akan kekurangan atau defisit. Kita memiliki Tuhan yang kaya akan segala-galanya, dan tidak ada gereja yang akan bangkrut. Lakukan segala sesuatu sesuai aturan yang telah ditetapkan dan jalankan dengan ketetapan yang telah disepakati./JP

